Tentang Perjalanan

"Hidup adalah tentang sebuah perjalanan, dimana seseorang yang diam menetap tidak akan bisa berkembang sedangkan yang berpindah-pindah selalu mendapatkan kejutan dari sang pencipta yang membuat kita berbeda dari orang lain."

Tentang Kehidupan

"Jangan takut oleh kemarahan orang sehingga kita takut berkata dan bersikap jujur."

Tentang Kesungguhan

"Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan."

Tentang Kebijaksanaan

"Orang bijak menemukan kebijaksanaannya melalui kerasnya kehidupan."

Tentang Kesabaran

"Sejak kita menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan, sejak itu pula kesabaran menjadi kewajiban kita."

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2016

Gerbong 1 ; 15E


Pada dingin yang menusuk
Pada embun bening
Pada pagi harapan
Gairah langkah memijak bumi

Gerak hadir jika ada mau
Pilih saat
Pilih nilai
Pilih jenis

Deru 1, 2,3,4,5 melaju melesat
Dicampur hawa udara terkondisi
Ada yang terkantuk kantuk
Ada yang menekur tafakur menatap benda berlayar kecil

Owh, dipojok..
Sepasang mata bening komat kamit menatap kertas
Mungkin hafalan yang belum selesai tadi malam
Sementara kuis menanti sinis

Di pagi nan murah dan sejuk
Tanpa kantuk..
Dengan imajinasi berkeliaran
Disini..
Gerbong 1 ; 15E
Seragam putih berjilbab biru..
Aku..



Selasa, 030416

Jumat, 29 April 2016

Pada-NYA saja!



Dikala sedih melanda hati, siapakah yang kau temui?
Dikala rasa tak berbalas, pada siapakah kau memelas?
Dikala harap tak berujung, kemana engkau berkunjung?
Dikala sakit dan kehilangan, pada siapa engkau datang?

Wall Facebook?
Teman?
Keluarga?

Ah, lapangnya berbatas!

Kenapa, say?
Ada apa?
Siapa tuh?

Si Kepo merespon dengan cepat
Stalking dinding-dinding semu yang kau umbar
Tak...tak..tak usah.
Banyak yang suka jika ada yang susah
Banyak tak tenang jika orang senang

Teman?

Telinga dua dan mulut satu
Menjadi proporsional adalah langka yang menasional
Dengar sebentar lalu membuyar

Keluarga?

Nasehat bersulam perasaan
Netralitas bercampur baur
Jangan!

Kemana?
Pada siapa?
Kapan?
Solusinya ada?

Jalan-NYA!
Allah!
Kapanpun!
Janji-NYA Pasti!



*Menutup Malam 290416

Jumat, 15 April 2016

Setia yang Menguap


Langit membiru syahdu
Burung-burung bercengkrama riang
Ombak berkejar-kejaran
Anak muda merajut mimpi

Nun di sebuah negri..
Tempat dimana mimpi-mimpi dikebiri
Diurai..terburai..

Tak..tak..
Tak perlu kompetensi
Cukup beringin..
Tempat menikmati gulali dan bermain-main

Heeeeiiii..
Kenapa hengkang?
Setia mana?
Aku butuh peluhmu
Butuh darahmu
Butuh..

Setia?
Menguap!
Seperti air laut yang menjadi titik-titik awan
Biarlah menjadi hujan ditempat berpengharapan


*Baiti Jannati
150416


Sabtu, 09 April 2016

Dikala Hujan



Hujan..
Tolong sembunyikan gundahku malam ini..
Seperti kau menutupi panas dengan curahmu..


Hujan..
Sesungguhnya ada apa ini?..
Riak hadir ditengah syahdunya manis..


Hujan..
Meskipun bukan papan, bukan batu apalagi besi..
Bolehkah kami mengerti?

Ada apa ini?..

Dikala hujan..
Beri tahu kami..
Apa yang terjadi..



*Villa Anggrek ; 050416

Minggu, 27 Maret 2016

521

Hening...
Dingin..
Bbrrrrr...

Teringat yang semalam..
Merasakan sensasi ratu..
Ketika gelas kelihatan kosong serta merta ditambahkan..
Piring kosong,  ada yang datang mengemasi..
Sedikit membungkuk, dan senyum lima senti..

Mari..
Iya, bu..
Silahkan..

Senyum mahal ini, Tuan..
Dibeli..

Adakah senyum murah ?
Ada !
Ketika bukan lagi menjadi ratu..
Di istana 521

Saat tiada yang mengikat dan memburai lagi..
Dan pada itu, senyum menggantung disuasana hati..






*GZH 280316





Rabu, 09 Maret 2016

Pagi Langka yang Berbeda


Pagi langka yang berbeda..
Terang, meredup, kelam dan kembali
Siapakah yang menggerakkannya ?

Pagi langka yang berbeda..
Jarang ditemui..
Matahari, bulan, bumi..lurus
Siapa yang mengurus ?

Pagi langka yang berbeda
Sujud, zikir, penuh takut dan kagum..
Tafakur..

Di pagi langka yang berbeda..

Allah..
Bagaimana jika Engkau membuat perjalanannya tak lagi teratur?
Bertabrakan, berbentur ?
Mau apa manusia ?
Kelam dan tetap kelam..
Bisakah teknologi menjadikannya terang ?
Tidak, tidak akan !

Kuasa-MU, ya Robb..

Ba’da kelam sesaat dan kembali terang..
Adakah ruhiyah kembali benderang ?


Rabu, 090316


Senin, 22 Februari 2016

Sekuntum Romantisme

Bagaimana mungkin rindu itu ada..
Jika tak hadir kasih sayang di dalam dada..

Bagaimana mungkin romantisme muncul..
Jika sabar tak pernah menghibur..

Kita hidup di dunia penuh warna-warna..
Tentu penyeimbangnya adalah etika dan estetika..

Ditengah hiruk pikuk hidup yang penuh dentum..
Dan polusi suara yang hingar bingar..
Tentu meskipun sekuntum..
Kita butuh kejutan mawar..

Ekspresikan saja cinta ..
Karna Cinta butuh ekspresi
Jika ditanya bagaimana nikmatnya..
Tunggu sampai Allah menghalalkan-NYA..

-Jakarta, 210216

Selasa, 09 Februari 2016

Asa Berbalut Hujan


Hujan..
Bagaimana mungkin aku membenci mu..
Setelah untuk kesekian kalinya kau selamatkan ku..

Tiga belas tahun yang lalu kususuri koridor dengan dua tiga tangga itu..
Mendekap erat tumpukan revisi kumpulan aksara..
Saat itu kau guyur bumi dengan deras nya..
Lirih ku berdoa dalam diam " Robb, aku ingin tuntaskan tahun ini"
Dan jubah hitam pun menjadikan ku anggun..
Hujan engkau tau ?
Asin airmataku bercampur dengan tawarnya tetesan mu..

Ketika rindu menusuk kalbu ..
Ketika raga begitu dahaga..
Ketika sosok sholeh berjenggot tipis sering mampir dalam angan..
Engkaupun sering menggoda ku.. 
Entah berapa tumpahan rasa tergores di ujung pena..
hanya sebatas mata pena..
Laksana gadis merindu bulan, pantang rasa ku umbar ..
Saat hujan dalam hening malam ..
Ku adu kan pada DIA Sang Penggenggam " Robb, aku ingin tahun ini"
Dan layaknya ratu sehari..
Ku cium punggung tangannya dalam halal..

Hujan..
Bagi ku penantian adalah keindahan..
Termasuk menanti "nya" dan menantimu..
Tak perlu kau tanya dan ku jelaskan..
Allahumma Shoyyiban Nafi'an..
Asa yang tak berkesudahan..