Tentang Perjalanan

"Hidup adalah tentang sebuah perjalanan, dimana seseorang yang diam menetap tidak akan bisa berkembang sedangkan yang berpindah-pindah selalu mendapatkan kejutan dari sang pencipta yang membuat kita berbeda dari orang lain."

Tentang Kehidupan

"Jangan takut oleh kemarahan orang sehingga kita takut berkata dan bersikap jujur."

Tentang Kesungguhan

"Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan."

Tentang Kebijaksanaan

"Orang bijak menemukan kebijaksanaannya melalui kerasnya kehidupan."

Tentang Kesabaran

"Sejak kita menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan, sejak itu pula kesabaran menjadi kewajiban kita."

Selasa, 29 Maret 2016

Balada Topi Bola Orange



" Jadi atribut yang harus kalian pakai adalah : satu ! Pakaian hitam Putih, bawahan Hitam, baju Putih ga boleh kaos. Harus Kemeja. Dua ! Pakai Kalung yang terbuat Jengkol. Tiga ! Pakai Topi yang terbuat dari bola bewarna kuning, dikasih tali. Empat. Tidak ada yang bawa tas, Pakai kantong kresek. Semua atribut harus dipakai dari rumah. Jam 6.30 harus sudah berada dilapangan. Ingat ! jangan terlambat", jelas pemuda gondrong ini. 

Masyaallah, aku bergidik. Kenapa semua yang berada disini terlihat begitu menyeramkan. Di kampus berlokasi dekat perbukitan inilah aku terdampar. Kulirik jam tangan. jarum panjang diangka 10, jarum pendek diangka mendekati empat, kata guru SD ku dulu itu berarti jam empat kurang sepuuuuu...luh. Pintaaaaar...

"Bisakah dikumpulkan semua atribut gila itu dalam waktu singkat?" batinku. Ga apa-apa. Bismillah...dari kampus menuju pasar raya Padang. Ini tantangan biasa. Apalah artinya dibandingkan kebahagiaanku bisa masuk kampus keren ini. 

Keliling pasar, semua sudah lengkap kecuali topi bewarna kuning. Kenapa kuning ?, ya karna bendera Fakultas MIPA kuning. Biar semakin menjiwai katanya. Kembali ku teringat seringaian dan suara menggelegar senior fakultas tadi. Sempat fikiran nakal ku berkeliaran, " benerkah mereka mahasiswa disini ?, kenapa ada yang brewokan begitu ?". Pertanyaanku baru terjawab setelah masa yang indah untuk dikenang tetapi tak ingin diulang ini terlewati. Rupanya para senior sengaja selama libur panjang membuat penampilan seseram mungkin. Dan kembali tampan dan rapi setelah masa ospek selesai. Hehehe...kamu tertawa?, itu artinya masa ini memang asyik untuk dikenang.

"Pa, katanya harus topi warna kuning, tapi tadi dicari-cari ga ada. Adanya warna putih, coklat dan merah" keluhku. 
"Beli saja yang putih, nak. Nanti Papa cat", kata papaku.
"Memang papa ada cat kuning?" tatapku serius. Papa masuk kedalam, dan keluar membawa sekaleng cat minyak. 
"Ini kan warna orange, Pa" sambutku.
"Ga apa-apalah, lagian sudah malam begini kemana akan kita cari" jelas lelaki 43 tahun ini. Diam-diam aku semakin bersyukur memiliki ayah seperti papa. Perhatian beliau full. Tak sanggup kumelukiskan betapa besarnya kasih papa pada ku. Beliau pintar, kata orang aku mewarisinya. Benerkah?

" Baiklah, Pa..kita cat saja" jawabku sambil ketawa. Alhamdulillah..kalung dari kulit jengkol, kantong kresek, pakaian lengkap sudah. Besok ku harus bangun pagi-pagi. Jangan sampai telat.

***

Setengah Tujuh kurang lima menit. Alhamdulillah. Tak terlambat. Pas. Langsung kuberlari menuju barisan mahasiswa baru yang telah duluan datang.

Mendengar instruksi, dan perintah-perintah tak masuk akal. Tapi masih dalam batas wajar. Kadang ku tersenyum sendiri, ngeliat satu persatu temanku dikerjain. Lihat Riki. Mahasiswa sejurusan denganku dari Palembang itu. Tiba-tiba disuruh  berdiri ditempat agak tinggi, lalu diminta terus menerus berteriak..Dum..dum..dum. Berlagak seperti Tarzan. Haha..

Sejenak lamunanku buyar, ada senior yang memanggil lantang : "Kamu, yang topi orange kedepan. Ukur luas lapangan ini dengan sebatang korek api, anak eksak kan?, kamu pasti tahu bagaimana caranya". 
Wadduh..ini lapangan kan luas banget. Allah..kuatkan aku.

Tapi aku bersyukur, masih mending begini daripada disiram terasi atau disuruh merayap dan berbalik seolah-olah menembak musuh dengan pistol dari telunjuk dan jempol, atau makan telur rebus, dibuka dengan satu tangan dan dimakan dalam hitungan sepuluh.. Wuuuuueeek....bisa tersedak dan anyirnya ga tahan

"Gi, capek..kita kok dibeginikan ya?, seperti tak ada harga diri", keluhku saat pulang pada Yogi.
"Biar sajalah..memang ini yang harus kita lewati, toh tinggal dua hari lagi. Nikmati saja", jawabnya enteng. Asik..bersama Yogi dunia jadi terasa mudah. Sampai sekarangpun, ditujuh belas tahun persahabatan kami, Yogi masih begitu. Tenang dan menjalani segalanya dengan riang.


***

Hari kelima.

"Yang Topi Orange, kedepan..". Aku disiram

Hari keenam.

"Yang Topi orange, kedepan ". Dipasangin kacamata jengkol lalu harus menemui senior yang berada disana satu-satu sambil bilang " Uni..Uda, saya cantik kan?". "Uni..Uda, saya cantik kan?". Bisa dibayangkan betapa kelihatan bodohnya aku. ..hahaha

Seminggu topi orange mengukir derita indahku.



*Padang, 290316
  Mengenang kekompakan bersama, Papa.
  Selamat Hari Lahir, Pa..Love U









Minggu, 27 Maret 2016

521

Hening...
Dingin..
Bbrrrrr...

Teringat yang semalam..
Merasakan sensasi ratu..
Ketika gelas kelihatan kosong serta merta ditambahkan..
Piring kosong,  ada yang datang mengemasi..
Sedikit membungkuk, dan senyum lima senti..

Mari..
Iya, bu..
Silahkan..

Senyum mahal ini, Tuan..
Dibeli..

Adakah senyum murah ?
Ada !
Ketika bukan lagi menjadi ratu..
Di istana 521

Saat tiada yang mengikat dan memburai lagi..
Dan pada itu, senyum menggantung disuasana hati..






*GZH 280316





Sabtu, 26 Maret 2016

Family Gathering Ala Puskesmas Kurai Taji (Kesan dan Kenangan)


Slamat Sore Pemirsah..eh Pembaca Diary Asysyifa yang Saya Hormati..

Sejak kemaren, di FB berseliweran kan foto-foto Warga HC. Kurai Taji berkaos biru ?, mohon dimaklumi ya, karna kami memang sedang bersenang hati. Konon katanya nih..menurut pengamatan saya juga selama mengabdi disini, ada 2 cara mengumpulkan warga Puskesmas kami. Anda mau tahu ?..ssst, entar ya. Lah,. kok penasaran segitunya ya ?..hmm, ok..ok..saya kasih tau. Pertama dan utama sekali, marilah kita..eh, ko nyerempet ke mukadimah...:)). Maksudnya Yang Pertama : Acara Makan-makan...Yang Kedua Foto-foto. Siapa sih yang ga suka kumpul-kumpul dan makan-makan ?..saya paling suka. 

Jadi, kemaren itu kami sepakat ngadain acara Family Gathering. Rasanya sudah lama banget ga diadakan acara beginian. Kalo piknik sama keluarga masing-masing kita semua kan sudah sering. Itu sudah biasa dan jadi agenda rutin Tapi FG bareng teman-teman kantor beda sensasinya. Ada sensasi strawberry, sensasi anggur..wadduh, ngawur..itukan essence..:))

Nah, setelah rapat singkat tentang bentuk, konsep dan rute acara, akhirnya kami sepakati klo acara ga menempuh jarak jauh, cukup ke kota sebelah saja. Sebenernya sih..bisa saja kami ke Australia, Singapura atau Korea...tapi, ga deh, buat apa buang-buang uang ke manca negara, mending di Indonesia saja..(jiaaaah..gaya..boleh lah. Jangan percaya..jangan percaya..hahaha)


Kami, berangkat sekitar jam 8 Pagi menuju Minang Fantasi dengan bekal semangat 2016 ( eh, bukan itu aja bekalnya..banyaaak..ada Pop Mie, Kue Ulang Tahun, ada juga cemilan dan air hangat buat menyeduh mie..heheheh). Sampailah kita tepat waktu. Sebetulnya kehadiran anak-anaklah yang bikin acara kami ini seru. Ada Arkaan, Fatih, Dhira, Rais, Fathiya, Merry, Chelsea, Alya, Rafif, Ridho, Faras, Bintang, Aziz, Khira, Khifa, Iqwan...hmmm..siapa lagi ya ? Oya, ada sikembar tiga dan Putra jugaaaa....( ada nama anaknya yang belum disebutin?...maaf yaaa..Nte Helen perlu Cerebro*ort nih..hihi.)

Si Kembar 3, Uni-Kakak-Mbak (sampai sekarang Nte Helen ga bisa membedakannya)


Klo suami-suami siapa saja yang ikut ya?,  hmm,,suaminya Nova, suaminya Jeng Vivi Yu, Suami tercintah Ni Novia Hasra, Abang tersayangnya Ijuih Djustinelki (ada yang ketinggalan?)..


Hmmm, disana kami betul-betul happy. Bagaimana tidak ?, selain anak-anak yang ikut Lomba makan kerupuk dan mindahin bola..(hehehe..fatih Ummi dapat hadiah juga ya. ?..awas, siapa yang bilang Fatih curang..itu Kreatif namanya tante Ilas, buat apa mindahin bola satu-satu..mending tiga sekalian ya, nak ?..buang-buang waktu saja itu namanya. Panitia..panitia..anak kecil belum nangkap tuh aturan   wkwkwk..semua juga dapat hadiah kan ya..?..lagian Fatih menang di ronde kedua kan..? saat Fatih sudah bisa mindahin bola satu-satu. Ummi Protes!!!, hahaha), 


My Luphly Fatih, Lomba mindahin bola



 emak-emak juga ikutan lomba Pacu Karung dan Tangkelek (Stttt...Panitia, besok-besok sediain karung ukuran XXL ya..ga muat soalnya...xixixixi). 

satu...dua..tigaaaaa....


Ayo Faraaaas..kamu bisaaaa.....

Dan, puncak serunya adalah acara renang dan mandi-mandi. Hampir semuanya ikutan, setidaknya ikutan basah-basah dikit sebagai partisipasi. Yang paling semangat itu Mami Susan, berpindah dari satu kolam renang ke kolam renang lainnya. Satu-satunya yang tidak dinikmati adalah episode ombak, keburu berkemas karna siap-siap shopping ke Bukittinggi. 

Paling Depan jilbab Hitam adalah Ni Yanti Ufa, semangatnya membara..haha


Ketika Jam Gadang menjadi saksi kelak klo anak kami lah gadang-gadang

Ya, perjalanan selanjutnya adalah ke Bukittinggi. Disana para emak melampiaskan fitrahnya sebagai wanita. Belanja..hehe. Sampai dirumah masing-masing skitar jam 21.30 malam. Acara kami sederhana tetapi sangat berkesan.

Terimakasih Pak Ramadhani selaku Pimpinan yang juga ikut sampai acara selesai. Yang pasti momen ini tak kan terulang lagi, pun ketika nanti kita ngadain acara lagi, kenangannya akan beda. Terimakasih juga buat Mama En yang juga berkenan hadir. Acara makin semarak dengan kehadiran Mama. Nte Aulia, Nte Winda, Nte Iche, Nte Nelis dan Om Rian..makasih ya, udah semangat jepret-jepret kami. Menikmati momen itu penting, biar hidup ga ngebosenin. 


Have a nice weekend teman-teman. Semoga kedepannya kita lebih semangat dan kompak lagi












Kamis, 24 Maret 2016

ODOPers Keren didunia perODOPan Batch 1

Hai teman-teman, jumpa lagi di arisan blog ala anak-anak ODOP. Ini sudah minggu keempat ya ? Itu artinya sudah enambelas orang yang kebagian arisan. Hmmm...saya kapan, ya ?. perasaan untuk urusan kocok-kocok arisan, saya sering kebagian di ujung..hehehe. Pernah nih, ikut arisan dikampung. Dari 40 orang yang ikut, saya nomer 39...hahahah. Pernah juga ikut arisan di kantor, pesertanya dikit. Cuma 10 orang. tadinya saya fikir bisalah kebagian nomer 4 ato 5, tapi setelah dikocok, saya dapet no 9 , bray...huhuhu. Nabung aja skalian.

Ok, tanpa memperpanjang mukadimah. Kita masuk saja ke pokok bahasan kali ini. Nah, diminggu keempat ini, yang beruntung adalah:

1. Mbak Irma Sari :http://asapenazahra.blogspot.co.id/
2.Mbak sabrina     : http://memoar-random.blogspot.co.id/
3. Mbak Roma      : http://romapakpahan.blogspot.co.id/
4. Mas Aydi           :http://ceritafiksibelumselesai.blogspot.co.id/



Tentang tulis menulis, mungkin keempat orang ODOPers ini tidak dikategorikan sebagai pemula lagi. Karna semua tulisan karya teman-teman saya ini enak dibaca. Bahasanya mengalir dan mudah dipahami. Buka saja link diatas. Mbak Roma dengan Toples aksaranya. Beneran Toples. hehehe...sampai-sampai karna terinspirasi oleh tulisan tentang "Receh Untuk Buku", saya simpanlah uang receh dalam toples untuk mengaplikasikannya. Seru..hehe. 

Mbak Irma juga keren. Disela kesibukannya sebagai ibu, masih sempat juga nulis diblog. Semangat ya, mbak. Memang tidak mudah ber multi tasking, tapi mbak Irma pasti bisa !. Uuuupppss? ibu?, salah nih. Irma Sari teman saya ini belum ibu-ibu..heheh, tapi seorang gadis yang slalu smangat menulis. Jadi grup ODOPers batch 1 ada 2 orang Irma. Kalau nulis lagi ngantuk, pasti kebalik-balik deh..heheh. Yang pasti keduanya adalah teman-teman yang menginspirasi..

Mbak Sabrina. Saya ngefans sama tulisannya. Beneran. Setiap kali Memoar-Random muncul kepermukaan...heheh, slalu klik dan saya baca. Asiiiiik, pantaslah dirimu juara mbak, tulisan berkelasmu itu lho, bikin saya merindu menantikannya saban hari,,:)

Mas Aydi juga tak kalah hebat. Novelnya hampir saja rampung, saya selalu nih takjub sama yang bisa bikin novel. Secara saya masih saja meraba-raba..heheh. Kita akan berlomba-lomba bikinnya ya, Mas. Fastabiqul Khairat..

Pembaca yang budiman...
Eh, Pak Budiman ga ikut baca ya..

Baiklah, pembaca yang saya hormati dan menghormati saya. Marilah kita sama-sama saling menghormati. Karna Hormat menghormati adalah pelajaran adab yang mulia. Hah...apalah ini..hihihi..

Jika penasaran dengan tulisan ODOPers Keren yang saya sebutkan tadi. Buka aja link diatas ya...
silahkan blog walking

Telima Kacih...

Tiba-tiba cadel..hehehe




Ingin menjadi Pecinta Sejati ? Baca dulu buku ini.

Ga terasa, maret sudah diminggu keempat saja, itu artinya kita sudah melewati seperempat dari tahun ini. Waktu berlalu begitu cepat. Detik demi detik bergerak tanpa mempedulikan kita sedang diam, berjalan atau berlari. Tiada satupun teknologi yang mampu menghentikan bergulirnya waktu, meskipun sejenak. Pertanyaannya adalah : seberapa maksimalkah kita memanfaatkannya ?. Apakah hari-hari yang kita lewati penuh makna ? ataukah sekedar perjalanan hampa menyongsong mati yang tanpa aba-aba bakal tiba ? Entahlah, yang mampu menjawab tentu hanya diri kita.

Bicara tentang waktu, tiba-tiba teringat tentang ODOP yang belakangan memberi warna dalam hidup saya. Hari ini rasanya seakan tak percaya kalau sejak tanggal 11 januari saya sudah menulis lebih dari 50 tulisan. Meskipun mungkin tulisan tersebut biasa-biasa saja, tetapi ga masalah. Yang penting saya akan terus menulis mengasah kemampuan yang mungkin saja ada. 

Serial Cinta -Anis Matta

Sekarang, mari kita bahas tentang buku berjudul " Serial Cinta" karya Penulis kebanggaan saya, Ustadz Anis Matta. Buku ini berisikan tentang tiga kerangka cinta : tentang sumber energi cinta itu darimana, bagaimana mengelola cinta dan apa hasil cinta itu dari berbagai aspek. 

Buku yang terdiri dari 252 halaman ini adalah kumpulan tulisan serial cinta ustadz Anis Matta yang diterbitkan dimajalah Tarbawi. Dari buku ini tergambar bagaimana cinta dari perspektif yang lebih terhormat dan berdayaguna.

Menurut buku ini, cinta itu tanpa defenisi, bak angin membadai yang tak terlihat. Kita bisa merasakan kerjanya. Hanya dapat dirasa tetapi sangat dahsyat kekuatannya. Cinta itu adalah memberi, dan pemberian pertama dari pecinta sejati adalah perhatian. Selamanya memberi ?, ya. Dan mernerima adalah efek dari pemberian. Setelah memberi, pekerjaan kedua dari pecinta sejati adalah penumbuhan. Cinta adalah komitmen jiwa tentang bagaimana upaya untuk membuat orang yang kita cintai bertumbuh menjadi lebih baik. Sebagai pecinta tentu kita tidak hanya berhenti pada kalimat " Aku mencintaimu apa adanya". Tetapi harus berusaha bagaimana mengimajinasikan plot akhir dari perjalanan kehidupan sang kekasih. Tetapi ini bukan berarti mengintervensi, tepatnya adalah seorang pecinta sejati mampu menginspirasi sang kekasih, untuk meraih kehidupan yang lebih bermutu sesuai dengan potensi yang ia miliki.

Selanjutnya, tugas dari pecinta sejati menurut buku ini adalah, merawat cinta dengan kebajikan. Pertumbuhan tak akan permanen jika tidak dirawat secara permanen pula,jadi hubungan cinta yang mendalam hanya terjadi jika orang yang mencintai mengalami perbaikan yang berkesinambungan. dan kemudian pecinta sejati harus bisa melindungi dengan keberanian. Orang yang kita cintai harus merasa aman bila berada disamping kita. Melindungi jiwanya, raganya, masa depannya dan proses penumbuhannya.

Berikut saya kutip sedikit paragraf dari buku ini :

Pada sebagian dari tabiatnya yang paling murni, cinta menyerupai air. Air adalah sumber kehidupan. Semua makhluk hidup tercipta dari air. Air mempunyai mata dan selalu bergerak dari hulu ke hilir. Ia mengalir tak henti-henti. Ia bergerak tak selesai-selesai. Setiap sungai dan kali mengalir dan bergerak pada jalur-jalurnya. Tapi mereka semua bertemu pada satu titik, pada sebuah muara besar. Mata air. Mengalir. Bergerak. Tak henti-henti. Tak lelah. Tak selesai-selesai. Menuju muara. Muara besar. Hampir tak terbatas.

Subhanallah..

Sungguh, buku ini patut direkomendasikan dan layak dibaca siapa saja yang ingin menjadi Pecinta Sejati. Terlalu banyak makna dan setiap kalimatnya mampu menggugah jiwa. Karena untuk mencintai, seorang pecinta harus punya nyali. 

Selamat membaca. 










Rabu, 23 Maret 2016

My Lovely Day (Sekeping Doa dan Pelukan Hangat Mbak Asma Nadia)


Mata saya berbinar melihat share info dari seorang teman di facebook. Tertulis disana, dalam rangka LDK Fair 2016, STKIP PGRI Padang mengadakan seminar Nasional bertajuk " Merangkai Kata, Menggugah Jiwa". Bukan sekedar temanya yang membuat saya senyum-senyum seraya mengambil buku agenda dan pulpen yang setia berada didalam tas untuk menandai tanggalnya, tetapi lebih daripada itu. 

Jilbab Traveller "Love Sparks In Korea", Surga yang Tak Dirindukan, Assalamu'alaikum Beijing, Catatan Hati Seorang Istri, Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela dan buku-buku lain yang fenomenal, siapa yang tidak mengenal Penulisnya ?. Ya, bener! Asma Nadia. Saya harus hadir, Harus. Sejak dikampus saya "menggilai" tulisan-tulisan Mbak Asma yang slalu penuh makna ini. Saya seakan sudah dibawa kemana-mana lewat novel-novel keren beliau. Merasa ikut menikmati indahnya pemandangan diketinggian great wall  Beijing. baper ketika Ashima jatuh cinta dan sesengukan sedih saat Arini tahu telah dikhianati Pras. Hehehe..intinya, Mbak Asma Nadia bener-bener telah banyak memberi pelajaran secara tersirat lewat rangkaian kata yang luar biasa. Bagaimana mungkin saya melewatkan momen bertemu Penulis sehebat ini ?


Asma Nadia

Alhamdulillah, harinya tiba. Selasa, 23 Maret 2016. Saya sudah minta izin dari kemaren ga masuk kerja. Pagi-pagi sekali saya bersiap-siap. Memilih gamis dan jilbab coklat serta ransel merah kesukaan. Tak peduli apakah yang datang nanti rata-rata mahasiswa, atau saya satu-satunya peserta emak-emak sekalipun juga ga masalah. Yang penting hadir, blajar menulis dan ketemu mbak Asma Nadia. 

Bismillah..

Acara dibuka oleh pemateri pertama, Dodi saputra, Penulis Novel Bumi Mahakarya sekaligus Ketua Forum Lingkar pena Sumatera Barat. Hmm..usia kita terpaut 8 tahun, dek. Tapi kamu sudah punya 4 Novel dan beberapa antologi. Terlambat sadar saya. Harusnya menulis harus dipelajari dari dulu. Menua tanpa karya ? Jangan ya, Robb..sia-sia rasanya. Tak apa-apalah terlambat, yang penting semangat. 



Mbak Asma Nadia dan Saya

Diantara semua materi yang seharian saya dengar tadi, ada catatan penting yang membekas, landasan kenapa kita harus menulis adalah : QS. 96 ayat 1-5, QS 68 ayat 1-3. Surga terlalu mahal jika hanya dikejar dengan ibadah-ibadah rutin yang tak seberapa, dengan menulis tentang kebaikan berharap ada semacam ladang baru untuk mendapatkan pahala, insyaallah.

Sejenak hayalan buyar, acara telah ditutup, tiba-tiba nama saya dipanggil dan dipersilahkan kedepan. Wow, ternyata saya dapat doorprize. Bahagia banget rasanya. Mbak Asma Nadia langsung yang memberikan hadiahnya. 

"Doakan saya ya, mbak" sambil bersalaman saya berkata. Senyum Penulis hebat ini mengembang, cantik dan tulus sekali. Sambil memeluk hangat beliau lirih berucap, 
" Semangat, ya..Semoga Allah memberi kemudahan..salam buat teman-teman semua". 

aamiin..sambutku cepat. Allah...dengarkanlah..

Selasa, 22 Maret 2016

Equinox, Banjir dan Kepulan Asap Rokok Emak-Emak

Kabarnya kemaren tanggal 21 Maret akan ada Equinox, yaitu suatu fenomena astronomi ketika garis khatulistiwa dilintasi matahari. Menurut informasi berantai yang beredar, akan terjadi peningkatan suhu di Indonesia. Bahkan sampai 40 derajat celsius. Masyaallah, tidak dapat dibayangkan betapa panas dan gerahnya. 

Menyikapi info yang sedikit menimbulkan keresahan dimasyarakat ini, BMKG memberikan Penjelasan Kondisi cuaca pada saat Equinox 21 Maret 2016. Alhamdulillah, dari keterangan BMKG tersebut dinyatakan bahwa di Indonesia tidak akan mengalami peningkatan suhu secara drastis, hanya sekitar 32-36 derajat celsius saja. 

Ini di Padang. Ba'da Isya hujan deras tak henti-henti. Tidak saja mengguyur ibukota Sumatera Barat ini, tetapi juga kota dan kabupaten lain di ranah minang. Deras, sangar, gemuruh curahnya berjamaah menyirami bumi, membuat masyarakat sangat was-was. Tidur tak senyenyak biasanya. Siaga, waspada. Kalau-kalau air masuk ke rumah. 

Jika hujan sudah sederas ini, sudah bisa dipastikan akan terjadi banjir besar. Setidaknya pemandangan itu yang terlihat di Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman hari ini. Rumah, sekolah bahkan ada tempat-tempat layanan kesehatan yang terendam. Jembatan putus akibat arus air sungai yang sangat berenergi dengan balutan lumpur.

Sejumlah rumah penduduk terkepung. Mereka tidak bisa lagi bertahan, jika air sudah sedada orang dewasa. Sungguh ini bukan hujan biasa, tapi luar biasa lama dan derasnya. Seingat Saya, jika hujan dimalam hari sampai pagi hingga banjir, setidaknya keesokan hari telah reda. Bahkan masyarakat sudah bisa menjemur dan merapikan kembali rumahnya. Tapi ini tidak. Sampai sore hari hujan masih sangat lebat. Di sepanjang jalan dua kota dan satu kabupaten yang saya lintasi sepulang dari tempat kerja, terlihat genangan air, masih belum surut. 

Banjir di Kota Padang

Yang dikawatirkan panas, namun akhirnya kita kedinginan. Allah selalu saja punya kejutan yang harus membuat kita sadar akan kekuasaan-NYA. Ada yang unik hari ini. Meskipun hujan masih lebat, tapi tadi saya sempatkan mampir ke pasar. Sekedar untuk membeli cabe dan keperluan dapur lainnya. Sesaat terasa jengah melihat pemandangan di los cabe dan bumbu dapur. Beberapa orang emak-emak duduk berselimut  sarung sambil mengisap rokok dengan asap mengepul-ngepul. Terampil sekali jemari beliau yang saya perkirakan berusia 50 tahunan ini menjepit rokok. Sambil menyelipkan sebatang kretek diantara kedua bibir tipisnya, emak ini mengambilkan seperempat cabe goreng yang saya pesan. "Delapan belas ribu", katanya. Saya bayar sambil menyelipkan canda berbumbu senyum,
" Kalo Amak dingin, rancak buek teh angek lai" *. Lalu saya berlalu. Membiarkan si Emak menatap sambil melongo...


Padang,220316
Episode Pemandangan Gado2

*Jika Emak dingin, lebih baik bikin teh hangat