Tentang Perjalanan

"Hidup adalah tentang sebuah perjalanan, dimana seseorang yang diam menetap tidak akan bisa berkembang sedangkan yang berpindah-pindah selalu mendapatkan kejutan dari sang pencipta yang membuat kita berbeda dari orang lain."

Tentang Kehidupan

"Jangan takut oleh kemarahan orang sehingga kita takut berkata dan bersikap jujur."

Tentang Kesungguhan

"Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan."

Tentang Kebijaksanaan

"Orang bijak menemukan kebijaksanaannya melalui kerasnya kehidupan."

Tentang Kesabaran

"Sejak kita menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan, sejak itu pula kesabaran menjadi kewajiban kita."

Sabtu, 09 April 2016

"Simple..Saya ingin bahagia. Itu Saja".

Hari itu saya nonton siaran talkshow ditelevisi, kali ini bintang tamunya adalah seorang artis yang belakangan sudah agak jarang muncul. Menyimak perbincangan mereka, hati saya tergelitik dengan closing question yang diajukan pada ibu tiga anak ini; "jadi sekarang apa yang menjadi impian anda?". Lalu dengan seulas senyum dan mata bulat yang merawang, perempuan cantik yang sempat terpuruk dengan masa lalunya ini menjawab , " Simple..Saya ingin bahagia. Itu saja". Lalu Sang Host kembali mempertegas , "Itu Saja ?" . Dengan anggukan pasti artis tersebut memberi kepastian atas ungkapannya. 




Hidup bahagia, siapa yang tidak menginginkannya. Surga dunia baru terasa jika ada bahagia didada. Lain tidak. Bahagia selalu menjadi doa yang sering diucapkan untuk dan siapapun yang akan melangkah menuju pernikahan. Membahagiakan selalu menjadi cita-cita siapapun yang ada cinta dihatinya. Intinya, bahagia itu harapan, bahagia itu tujuan.

Adakah yang bisa menjelaskan apa defenisi bahagia ?, bisakah parameter bahagia untuk setiap personal diseragamkan ?...hhhmmm, saya rasa tidak. Defenisi untuk setiap orang itu berbeda-beda. Parameternya juga tak sama. 

Semasa kuliah, pernah seorang senior sejurusan bercerita pada saya. Begini ;

Hari itu, Uda mampir ke sekolah tempat ibu mengajar. Dari jauh Uda melihat Cleaning Service yang setiap hari bertugas membersihkan sekolah. Disaat bapak itu sedang khusuk melaksanakan tugas yang telah puluhan tahun dilakoninya, tergerak hati untuk bercakap-cakap. Setelah dibuka dengan sapaan dan perbincangan ringan, lalu Uda tanya, "apakah bapak tidak bosan menjalani aktifitas ini ?". Lalu sambil menyandarkan sapu lidi pada sebuah pohon disampingnya bapak itu menjawab dengan mata berbinar, " Tidak, tidak pernah bosan. Bapak justru sangat bahagia". "Bahagia ?" teman saya itu bercerita kalau ia mempertegas pertanyaannya. Lalu si Bapak menjawab " Ya, bapak sangat bahagia. Karna Bahagia itu ada ketika kita bisa menikmati apa yang kita jalani. Bapak bahagia karna dengan pekerjaan ini bisa menafkahi keluarga. Meskipun tidak berlebihan, tapi kami tidak merasa kekurangan. Anak-anak bisa bersekolah dan mereka menghormati bapak sebagai imam dalam keluarga"

Sebuah defenisi dan parameter yang sederhana. Tetapi faktanya bapak itu bahagia. Sangat berbeda dengan pengakuan sang artis tadi yang merasa tak pernah bahagia. Padahal secara materi ia tak kekurangan. Bahkan jika bahagia itu bisa dibeli, pastilah ia mampu. Tapi faktanya ga da yang jual bukan ?

Ini baru cerita tentang dua orang yang berbeda. Saya yakin, jika kita tanya satu persatu, tentu akan ditemukan lagi jawaban yang beragam. Jelas bukan? kenapa defenisi dan parameter kebahagiaan itu sangat variatif ?

Lalu bagaimanakah cara agar kita bahagia ?. Tentu untuk pertanyaan ini ada cara yang bisa diseragamkan. Bahagia itu ada dihati. Pemilik dan Penguasa hati adalah Allah SWT. Dekati saja DIA. Beres. Insyaallah Syukur dan Sabar akan mengikuti. Nah, dengan 2 hal besar yang dianugerahi-NYA inilah nanti kita bisa melaksanakan apa yang dibilang Bapak Cleaning Service tadi " Bahagia itu adalah ketika kita bisa menikmati apa yang kita jalani dan miliki saat ini". 

Apakah Anda Bahagia ?, mari kita tanya hati masing-masing..
Jika ada yang kurang, yuk bareng-bareeng mengadu syahdu pada-NYA..

Sekian Saja
Semoga Kita Bahagia Dunia Akhirat
Aamiin..

Tentang Self Medication dan Efek Samping Obat (ESO), Ini penjelasan Angela !!



Tarraaaaaaaa......!!!
Devila, apa kabar ?..lama ya, nunggu penjelasan aku. Maaf ya, beberapa hari ini aku sibuk banget. Maklum saja. Sosialita ,..halaaaaah. Btw, Dedek Chika nya apa kabar ?, panasnya sudah turunkah ?, Kemaren itu sebelum dibawa ke dokter, kamu bilang Chika dikasih mama nya sirup ibuprofen ya ?, lalu kulitnya memerah dan matanya bengkak gitu ?. Duh, kasian ya si Dedek. Pasti mamanya cemas banget. 

Baiklah, aku bantu jelaskan ya Vil, meskipun nanti untuk lebih lengkapnya kamu bisa juga diskusi dengan Bu Indah, itu lho..Apoteker cantik di Puskesmas Harum Wangi. 

Hhmm, jadi begini. Sebetulnya, upaya yang dilakukan mama Chika saat anaknya demam panas ga da salahnya. Itu swamedikasi namanya, atau bisa juga disebut self medication. Artinya upaya yang dilakukan pasien atau keluarganya untuk penanganan penyakit sebelum meminta pertolongan ke tempat pelayanan kesehatan dengan membeli obat sendiri. Tetapi, tentu saja untuk melakukan itu, masyarakat perlu pengetahuan dasar terkait obat dan memperhatikan kondisi si sakit. Contohnya, masyarakat harus tahu dulu tentang penggolongan obat, cara melihat komposisi obat, hal-hal yang menjadi perhatian jika minum obat dan lain-lain. 

Setiap Obat, selain memberi efek terapi, tentu juga memiliki efek samping. Karna ini terkait dengan interaksi molekul obat dengan tempat kerjanya (pake bahasa begini aja ya, Vil..aku takut klo istilah yang rumit kamu ga ngerti...hehehhe, piiiisss), jadi ga semua obat juga bekerja pada tubuh secara spesifik, tetapi dapat pula berinteraksi dengan reseptor lain yang terdistribusi di jaringan tubuh. Inilah yang menyebabkan munculnya efek samping obat.

Banyak faktor yang bisa dapat memicu munculnya ESO, diantaranya faktor Usia, genetik, penyakit yang diderita pasien, lama waktu pemakaiaan obat dan lain sebagainya. Nah terkait kasus Chika tadi, Mama Chika harusnya hati-hati ketika memberikan obat, karna si baby baru 9 bulan. Metabolisme di tubuh Chika tentu belum sempurna, sehingga kemungkinan terjadinya ESO itu lebih besar. 

Nah, tentang Sirup Ibuprofen yang diberi ke Chika, memang merupakan obat penurun panas, selain itu juga memberikan efek analgetik, termasuk golongan Obat Terbatas yang ditandai dengan lingkaran berwarna biru. Artinya, obat ini memang bebas di beli di toko obat berijin atau apotik oleh pasien tanpa resep dokter, tetapi harus memperhatikan peringatan pada obat tersebut. Jika sakit tidak sembuh dalam 3-5 hari,harus segera periksakan ke dokter. Secara umum efek samping ibuprofen adalah, mual muntah dan rasa nyeri dilambung. Efek antipiretiknya memang cepat, tetapi tidak dianjurkan pada bayi dibawah 6 bulan. Kenapa badan chika memerah setelah minum ibuprofen ?, itu bisa disebabkan karna chika alergi ibuprofen. Jadi jika ini terjadi, orang tua harus segera datang ke dokter.

Jelaskan, Vil ?...hehehe..
Btw, kamu ga boleh paranoid juga sama ESO, sampai ngajak si oma beli obat herbal saja ke Klinik "Tong Koh Syong"...xixixi. Obat itu hanya akan menjadi racun ditubuh apabila digunakan tidak sesuai indikasi, dosis,frekuensi dan aturan penggunaan lainnya. Tetapi jika 4T, 1W (tepat Obat, Tepat Indikasi, Tepat Frekuensi Penggunaan, Tepat Lama Penggunaan dan Waspada Efek Samping), ga ada masalah . Beli herbal sih boleh-boleh saja, tetapi seberapa terukurkah efek terapinya ? Itu penting diperhatikan. Jangan sampai karna antipati dengan obat, anak dah kejang karna demam tinggi, masih saja diberi terapi yang reaksinya belum teruji.

Mungkin, itu sajalah penjelasan saya dulu ya, Vil...mudah-mudahan kamu puas deh, sebelum nanti bisa bincang-bincang panjang lebar dengan Bu Indah si Apoteker cantik...

Bye..Bye...Devilaaaa....




****

Cerita seputar Obat antara Devila dan Angela bisa kamu temukan di :
www.helenasysyifa.blogspot.co.id (Angela)
www.labirintoska.blogspot.co.id     (Devila)
www.mariaamandit.blogspot.com (Bu Indah)

Semoga bermanfaat...



Rabu, 06 April 2016

Penjelasan Angela tentang "Obat Generik, Obat bermerek dan Obat Paten "


Hai Devila ? apa kabar ?, gimana, si Oma sekarang ? Minum obatnya didampingikah ? Sesuai petunjuk yang dijelaskan Apoteker kemaren tidak ?. Hmmm, mudah-mudahan kamu berubah jadi baik ,ya..ga sebel terus-terusan seperti kemaren..hehhe.

Sore ini indah sekali, ada lengkungan pelangi terlihat dari teras rumah. Sambil menyeduh secangkir teh hangat, ia berencana melanjutkan tulisan yang dipersiapkan untuk sebuah antologi. Hmm, Angela lagi semangat banget menulis nih. Hampir setiap hari bercengkrama dengan keyboard laptop. Merangkai aksara hingga membentuk kalimat sesuai hati dan imajinasi. Angela tahu, menjadi penulis itu tidak mudah, tapi inilah proses yang sedang dijalani dan dinikmati. Tentang hasil, biarlah itu urusan Allah, gumamnya.

Lha, Devila lagi ngapain itu nyeramahin Oma nya?, bilang obat-obat yang oma dapat dari Puskesmas kemaren itu cocoknya buat masyakat kelas MIPA (Apa ?, oya..Miskin dan Papa).
 “ Ga, mentereng, Oma..obat apaan ini ?, paling isinya juga tepung. Ih, obat generik..bukan level kita oma. Mending beli obat Paten aja” ulasnya dengan senyum angkuh stadium 4.

“Eeeitsss.., ini ga bisa dibiarkan dan harus diluruskan”, Angela bertekad. Jangan sampai deh, masyarakat dibodoh-bodohi. Eh, apalagi tuh ! Katanya tajir, tapi minum obat dihemat-hemat biar bisa nyisain uang buat arisan. Hahahha... Tajirmu nanggung, Vil..
Nah, biar kamu ga salah kaprah lagi tentang apa itu obat Generik, Paten dan bermerek,denger keteranganku baik-baik yaaaa...

Obat Paten yaitu hak paten buat industri farmasi yang melakukan riset dan menemukan obat baru. Nah, untuk waktu sekitar 20 tahun, industri Farmasi tersebut diberi kewenangan untuk memproduksi dan memasarkan obat tersebut. Selama masa hak paten, tidak boleh ada industri lain yang memproduksi dan memasarkan dengan nama generik tanpa izin. Contohnya Amoxil, antibiotik yang ditemukan Beecham. Jadi, obat paten sebenernya hanya satu merek. Dan, Paten disini bukan berarti obat yang paling ampuh..hehe, mengerti kan, Vil ?

Jadi, ketika masa paten obat tersebut suadah lewat, biasanya perusahaan farmasi bersaing untuk memproduksi ala generiknya. Obat generik ini nama obat yang tertera sama dengan kandungan zat aktif obat tersebut. Contohnya ; Parasetamol, Amoksisilin, Klorfeniramin maleat, Isosorbid Dinitrat dan lain-lain.

Adalagi obat generik bermerek. Ini yang banyak disebut masyarakat sebagai obat Paten. Obat Generik bermerek ini adakah obat generik yang diberi merek dagang oleh perusahaan yang memproduksinya, Contohnya ; Ponstan, Amoksan dan lain-lain.

Sesungguhnya, tak ada perbedaan yang mendasar dalam proses pembuatan obat generik dan obat merek tadi. Kandungan zat aktifnya sama. Mutu, manfaat, khasiatnya dan standar keamanannya juga sama. Hanya saja kemasan dan tampilannya yang dibuat semenarik mungkin oleh perusahaan yang memproduksi obat bermerek. Di bikin warna warni, disain kemasan dibikin cantik dan dipromosikan seekslusif mungkin hingga harganya melejit sampai 200% dibanding obat generik.

Bagaimana jelas, vil ?. kamu masih mau bilang Obat Generik ga keren. .hhehhe. Sama, bray..yang penting kan khasiatnya..

Oya, satu lagi. Katanya kamu hobby banget nyisa-nyisain obat. Ga dihabisin, jika sakit mulai reda, disimpen dan sewaktu-waktu diminum lagi bila sakit. Ada antibiotik juga kamu sisain ? Amboooiiii..Devilla, kamu belum baca ya tulisan Angela tentang Logika Antibiotika. Bahaya banget, jika minum antibiotik ga sesuai aturan. Duuuh..kamu harus sering-sering diskusi sama Apoteker ya, Vil..biar Update..

Sudah dulu ya..
Demikian penjelasan Angela..

Semoga bermanfaat..




***
Cerita Obat antara Devila dan Angela
Hanya ada di www.helenasysyifa.co.id dan www/labirintoska.co.id



Selasa, 05 April 2016

“ Kenapa Minum Obat Harus Tepat Waktu ?”, Ini Penjelasan Angela !


Dari jauh Angela tersenyum simpul memperhatikan Devila yang keliatan bete banget nemenin Si Oma ke Puskesmas. Ah kamu Devil, tahu tidak ?, namanya lansia sudah seharusnya didampingi pergi berobat. Kenapa ?, karena selain fisik mereka yang mulai melemah, rata-rata lansia itu sudah mengalami PDIP. Wadduuuh...lansia ikutan aktif di parpol ?!, katanya lemah. Tenang, PDIP ini maksudnya bukan parpol, tapi Penurunan Daya Ingat Permanen..hehe.

Penyakit DHK yang diderita si Oma sejak beberapa tahun yang lalu menyebabkan wanita enampuluh tahunan ini menjadi kurang mandiri di usia tuanya. Jalan Oma tertatih-tatih dan nafas pendek, bikin Devila makin bosen jalan bergandengan. Kelamaan. Setelah memastikan oma duduk manis didepan apotik menunggu giliran ngambil obat, Devil memilih nyari pojokan buat bercengkrama dengan gadgetnya. Lagi-lagi Angela geleng-geleng kepala.

Dasar Devil dari dulu kamu angkuh. Enak saja bilang Puskesmas kampungan, UPTD ini ujung tombak penyelenggara Pelayanan Kesehatan Dasar. Fungsinya komprehensif ; Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitatif. Kamu ngerti ga sih, Vil?! Banyak tenaga Profesional disini. Kesannya mungkin kerja di Puskesmas santai, tapi coba bayangkan jika tenakes disini tidak bergerak, program ga jalan, bisa kacau nih Indonesia. Jadi jangan asal ngomong ya..(Aih...Angela ga pernah marah kan, ya?..he).

Antrian Nomer 58 dipanggil, si Oma tergopoh-gopoh menuju Bu Indah, Apoteker Cantik berjas putih tulang. Wajah Devila yang awalnya kelihatan seneng karena bahagia penantian akan berakhir, seketika kembali memperlihatkan tanduk dan sorot mata tajam demi melihat Sang Apoteker yang membawa Si Oma ke ruang konsultasi obat. Angela kembali menarik nafas sembari berfikir ; kenapa ya?, bawaannya Devila kesel aja liat orang melakukan kebaikan ?, ga senang dan mensupport orang-orang yang ingin menyempurnakan pengabdiannya ?. Mau kamu itu apa sih, Vil ?.

“Sini saya jelaskan” tegas Angela menghampiri. “Devila, Apoteker itu punya 9 bintang. Perannya bukan sekedar Menejer, Leader, tapi juga Care Giver. Ketika seorang Apoteker memberikan Pelayanan Informasi Obat dan Konseling di Puskesmas bukan berarti mereka lagi nambah-nambah pekerjaan. Tetapi memang disanalah mereka berperan. Coba, kamu lihat berapa banyak kasus kesalahan penggunaan obat yang dilakukan masyarakat karna ketidakpahamannya, berapa banyak uang yang terbuang percuma hanya karena cara dan waktu minum obat yang salah. Jika minum obat acak-acakan ga tepat waktu, konsentrasi obat tidak mencapai theurapetic range. Bukannya sembuh malah ga berefek, bahkan beresiko toksik. juga jika melewati range tersebut. Ok, ini bukan tentang resepnya yang salah, tapi pasien yang kerap salah kaprah"

"Ketika si Oma mendapat penjelasan kapan waktu minum obat yang benar, apa saja yang harus diperhatikan selama mengkonsumsi obat dan lain sebagainya, itu justru akan mempercepat proses penyembuhannya. Masyarakat sehat, BPJS juga senang bukan?, Klaim obat ga bejibun. Harusnya kamu dukung ini, Devila..jangan meremehkan upaya orang, ntar kamu tandukan lho”,sambung Angela panjang lebar.

Demi mendengar ceramah Angela, Devila terdiam. Meskipun diamnya takkan kekal (dan takkan pernah). Si Oma kelihatan sumbringah, ketika sudah tahu kapan saat yang tepat Metformin, Amlodipin dan Simvastatin harus diminumnya. Setelah bersalaman dengan bu Indah, Si Oma kembali pulang..sembari berdoa “Jayalah Apoteker Indonesia”.





***

Ini Jawaban Angela atas Tantangan Devila
Ikuti cerita kami di labirintoska.blogspot.co.id dan helenasysyifa.blogspot.id
Kamu akan dapat pencerahan terkait dunia obat disini
Selamat menikmati

Jumat, 01 April 2016

Investasi ElSya menuju Surga-NYA


" Ya, Robbi..Anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyejuk mata, penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa" 
(QS. Al-Furqan :74)

Ketika mata saya bertemu dengan ayat ini, tiba-tiba teringat pada sebuah keluarga muda yang saat ini sedang menikmati indahnya hidup berumah tangga. Meskipun kami mengenal baru sebatas di dunia maya, tapi sudah jelas tergambar betapa suami istri ini memiliki konsep dan komitmen tentang rumah tangga yang sedang mereka tapaki. 

Adalah Bang Syaiha dan Mbak Ella Nurhayati. Sekilas ga ada yang istimewa dari pasangan yang selalu ceria ini. Banyak kok pasangan muda berbahagia. Yang punya anak lucu seperti Alif juga ga kalah banyak. Lalu apa yang membuat mereka berbeda ?. Ya, yang menjadi nilai plus adalah keinginan untuk tidak menjadi manusia yang pintar sendiri. Saya pernah tulis tentang ini dengan judul Pinter Berjamaah Ala bang Syaiha

Lho, memang apa sih yang mereka lakukan ?. Saya tidak tahu kapan ide ini bermula, tetapi saya yakin kalau gagasan membentuk komunitas One Day One Post (ODOP) yang sampai saat ini saya bersemangat mengikutinya adalah buah dari gagasan mereka berdua. Sungguh sangat tidak mungkin jika seorang suami bela-belain melakukan sebuah kegiatan pembinaan yang banyak sedikitnya menyita waktu dan perhatian, tanpa dukungan penuh dari seorang istri. Bahkan ketika Alif sakitpun Bang Syaiha masih juga ngintip-ngintip link dan grup warga ODOP sekedar untuk tahu bagaimana perkembangan kami. 

Jika bukan karena ada sebuah "misi besar" dibalik semua ini, haqqul yaqin ga akan hadir energi buat mereka. Lagian apa untungnya menumbuhkan bibit-bibit dari penulis pemula seperti kami?, toh sebagai pasangan penulis yang namanya sudah tercantum didunia literasi, rasanya takkan mengurangi kapabilitas mereka dengan atau tanpa menuntun dan memotivasi kami. 

Tapi itulah beda Bang Syaiha dan Mbak Ella, sebagaimana cita-cita umat beriman yang menginginkan berbondong-bondong ke Syurga, agaknya Bang Syaiha dan Mbak Ella juga menginginkan beramai-ramai menjadi penulis. Karena muaranya tentu kesana juga, Surga !. Bukan tidak mungkin, kelak jika lahir dari kami ini penulis yang menuliskan kebaikan, tentu saja keluarga ElSya juga mendapatkan aliran pahala yang tiada terputus. Dan itu pasti akan semakin memuluskan jalan mereka menuju jannah-NYA. Insyaallah..

Happy Anniversary, Adinda...semoga bahagia dunia akhirat..

Kamis, 31 Maret 2016

Selamat Hari Lahir, Riesa...


Namanya Riesa Ismail, seorang gadis manis dan enerjik. Kami belum kenal lama, baru komunikasi via media sosial. Tapi kok rasanya langsung akrab...hehe. Mungkin inilah bedanya orang lapangan dengan kantoran. Kalau ngomong ga pake jaim, jadilah berasa ringan dan mengalir. Setidaknya demikianlah komunikasi yang tercipta didunia peeODOPan, yaitu sebuah komunitas orang- orang yang pengen banget jadi penulis, hingga bela-belain nulis setiap hari sebagai latihan. seperti kata orang, bergaul dengan pedagang minyak wangi jadi kebawa wangi, jadi mudah-mudahan saja ketika bergaul dengan teman-teman di ODOP suatu saat beneran jadi penulis. Aamiin..

Eeeepsss, tadi kita bicara tentang Riesa kan?, Dianya kemana ya ?. Marisaaaaaa....pulang, nduk...Hehhe.

Jadi begini, tadinya saya tidak tahu nih, Riesa itu orang awak. Nah, setelah ngobrol via WA, ketahuan deh. Ternyata Riesa itu kampungnya di Pasaman. Hmmm, sekitar berapa kilometer ya dari Kota Padang ?. Kurang tahu juga, tapi yang pasti menurut saya Riesa adalah gadis pemberani, gigih serta memiliki semangat juang yang tinggi. Lho ?, kok tahu ?, katanya baru kenal ?

Jadi kalo Anda tak percaya, stalking aja . Seorang gadis, merantau jauh2 ke Alor Ternate dan mengabdi disana untuk memberi pencerahan pada generasi. Keren ga tuh ?. Ga banyak lo..yang suka kerja pengabdian seperti ini. Ngeliat senyum anak-anak disana pasti senengnya luar biasa ya, Sha ?. Riesa itu terbukti gigih ketika berkali-kali ga lulus tes kuliah ikatan dinas, tapi tetep aja bersemangat. Buktinya, sekarang Riesa dah memiliki segudang pengalaman di  Kementerian Perhubungan. Perjalanan hidup yang seru pastinya. 

Tadi saya baru tahu, klo hari ini Riesa berulang tahun. Rupanya hari lahir Riesa bertepatan dengan tanggal presmian Menara Eifel. 31 Maret 1889 klo ga salah. Uni doakan, semoga Riesa bahagia dunia akhirat dan selalu bersemangat. Seumpama Menara Eifel, meskipun posisinya agak miring, tetapi kokoh dan dikagumi semua orang..haha..apaan sih ?...kok menara ?. hehe Baarakallah ya, Sa....
Salam buat anak-anak Alor. Tapi jangan lupa Ranah Minang ya...Rumah Gadang maimbau..*


Rabu, 30 Maret 2016

Perempuan di Ambang Batas


" Kenapa bukan suami ibu yang mengambil obat?, biasanya dia bisa datang sendiri bukan?" tanyaku pada ibu yang membawa resep ke apotik. Wanita ini menghela nafas. Berat sekali. Kelihatan seperti ada beban berpuluh-puluh kilo menghimpit dadanya. Kubiarkan dia diam sejenak, dari mimik wajah paruh baya dengan garis-garis halus yang mulai membanyak diwajahnya ini bisa kubaca, dia ingin bercerita. Tapi sepertinya disini tidak tepat, karena ada pasien lain yang sedang mengantri. " Sebentar ya, bu..saya ambilkan obatnya dulu. Silahkan ibu duduk diruang tunggu, nanti saya panggil ", jelasku memecah lamunannya. Serta merta wanita ini mengangguk cepat, dan langsung menuju kursi yang berjejer didepan apotik. 

Kubaca resepnya, meskipun sebetulnya sudah hafal. Ada tiga macam obat rutin yang harus diminum oleh suami ibu tadi. Chlorpromazin, Haloperidol dan Triheksilfenidil. Ya, Obat untuk pasien dengan gangguan jiwa. Biasanya bapak As* mengambilnya sendiri, meskipun datang dengan wajah dingin dan tatapan kosong. Siapa saja yang melihatnya pasti tahu kalau orang ini tidak "stabil". Tetapi hari ini sepertinya ada "masalah", sehingga istrinya yang kesini. 

"Bapak As.." panggilku. Bergegas Ibu Wit* yang tadi kusuruh menunggu mendatangi. Setelah dijelaskan tentang aturan pakai obat untuk suaminya, tanpa kuminta ibu ini bercerita. " Kemaren dia mengambil begitu saja motor orang dikedai, bu..lalu dibawanya pulang. Saya heran dia bawa motor siapa. Setelah sampai dirumah dia langsung kekamar, dan membiarkan motor itu terparkir didepan rumah. Tidak lama setelah itu orang-orang kerumah kami, menceritakan kejadian di kedai. Saya persilahkan mereka mengambil kembali motor itu, setelah saya benar-benar minta maaf. Untunglah semua mengerti Sebetulnya keluarga suami juga sudah kasihan pada saya, bahkan meminta untuk meninggalkan suami saya saja, dari pada menjadi beban.Tetapi saya tidak mau, bu..bagaimanapun dia adalah ayah dari anak-anak saya. Dulu ketika kami menikah, suami saya baik-baik saja.". Kisah ini di ceritakannya dengan mata berkaca-kaca. Jika tidak ditahannya, bulir bening yang sudah menganak sungai di sudut matanya pasti jatuh mengalir. Wanita tegar, batinku. 

Kupegang punggung tangannya. "Ibu yang sabar, ya..setiap orang punya ujian hidup. Dan Allah pasti sudah mengukurnya. Ibu wanita kuat, Insyaallah akan bisa melewati semua ini. Saya doakan semoga suami ibu cepat sembuh. Yang penting obat ini harus diminum teratur, Jangan terputus. jika habis, ibu bisa berkonsultasi lagi dengan dokter disini", paparku. Susah payah kuungkapkan kalimat ini, mengingat ujian berat yang dipikulnya. Mendampingi lelaki dengan gangguan jiwa tentu berbeda dengan yang mengalami sakit lainnya. Penyakit seperti ini tidak saja menjadi beban lahir, tapi juga batin. Malu, pasti ada terlintas didada. Apalagi ketika yang sakit tersebut tiba-tiba mengamuk, betapa kawatirnya yang mendampingi. Belum lagi beban ekonomi yang ditanggungnya. Ah, ibu. Semoga Allah menguatkanmu, lirihku berdoa. 


***

Ibu Wit datang lagi. Kali ini dia sendiri yang berobat. Tapi anehnya, tanpa babibu, dia menangis sambil menyerahkan resep. "Ibu kenapa?", tanyaku heran. Kulihat tangannya gemetar. Sedikit pucat. "Sepertinya semua orang mulai bosan pada saya, bu..muak melihat saya" katanya tergugu.
"Lho, kok ibu merasa begitu..ga ada yang bosan sama ibu. Mungkin itu perasaan ibu saja"
"Iya, perut saya nyeri..tiap malam demam. Makanya saya kesini", sambungnya. 
Aku tersenyum. "Sudah, ibu jangan berfikiran seperti itu. Ibu minumlah obat ini. Hilangkan semua prasangka ibu. Nanti ibu makin sakit", hiburku. 
"Iya, bu..saya lelah", katanya. Saya sangat mengerti dengan kata "lelah" itu. kelelahan lahir batin. 

***

Seminggu setelah itu. Aku sibuk mengecek Surat Bukti Barang Keluar dari Gudang Farmasi. Kerja Apoteker itu memang lengkap. Tidak hanya melayani, tetapi juga harus memanstikan manajemen obat terkelola dengan baik. Tiba-tiba sayup kumendengar suara wanita menangis dan sedang dihibur oleh temanku. Kali ini bukan sekedar menangis, tapi juga menceracau dan mengumpat. Dari jauh sudah bisa kupastikan, itu ibu Wit. Aku tak sempat mendekatinya karna sedang sibuk sekali. Tapi hati kecilku berbisik, wanita ini sedang "diambang batas", karna beban hidup yang bertubi-tubi. Betapa dia butuh didampingi, jika tak ingin sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padanya. Allah, kuatkan istri setia ini, bakti pada suaminya luarbiasa, doaku sambil tetap fokus pada SBBK. 


*Hanya nama samaran