Tentang Perjalanan

"Hidup adalah tentang sebuah perjalanan, dimana seseorang yang diam menetap tidak akan bisa berkembang sedangkan yang berpindah-pindah selalu mendapatkan kejutan dari sang pencipta yang membuat kita berbeda dari orang lain."

Tentang Kehidupan

"Jangan takut oleh kemarahan orang sehingga kita takut berkata dan bersikap jujur."

Tentang Kesungguhan

"Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan."

Tentang Kebijaksanaan

"Orang bijak menemukan kebijaksanaannya melalui kerasnya kehidupan."

Tentang Kesabaran

"Sejak kita menginginkan kebahagiaan dan kesuksesan, sejak itu pula kesabaran menjadi kewajiban kita."

Kamis, 10 Maret 2016

Bersamamu di Hari ke Enam Puluh

10 Maret 2016, genap 60 hari saya"terjerumus" di dunia bergelimang aksara. Sebuah komunitas yang tidak saja menyeret untuk membiasakan diri menulis, tapi juga menghibur. Jujur saja, sebelumnya ketika grup ini jalan 30 hari, saya sedikit  merasa ga enak. Bagaimana tidak, setiap hari hampir 1000 notifikasi grup ODOP di whatsapp masuk. Handphone ga berhenti berbunyi. Sebagai orang yang tipenya agak-agak serius (jiaaaah...),  saya agak jengah dengan perbincangan dengan topik berpindah-pindah. Setiap bahasan terkait kepenulisan saya screenshot. Yang lain, saya abaikan. 

Tapi, itu dulu. Ketika saya mendadak "amnesia". Lupa dengan materi Dinamika Kelompok yang pernah saya pelajari. Pada akhirnya disadari bahwa ; komunitas ini anggotanya beragam, dengan usia beragam, pekerjaan beragam, kesibukan beragam, pola pikir beragam. Yang ingin diseragamkan itu adalah tekadnya untuk menulis setiap hari, bukan yang lain. Jadi silahkan dinikmati, raup ilmunya, nikmati prosesnya. Tulisan bercetak tebal ini adalah hasil kontemplasi yang saya lakukan sendiri. Alhamdulillah..terlihat bukan, sampai hari ke-60 ini saya bertahan dan semakin menikmati. Malah saya sudah mulai paham gaya tulisan beberapa orang member. Saya bahkan tidak melewatkan tulisannya. Meskipun gangguan sinyal kadang membuat saya gagal meninggalkan jejak, tapi tulisan teman-teman ODOP sudah menjadi menu wajib bacaan setiap hari. Disini saya belajar, disini juga saya bertumbuh. Insyaallah..



Malam ini akan dibahas tentang 4 orang yang sering saya kunjungi "rumahnya". Ya, setidaknya saya mendatangi bukan karna mereka kebagian arisan blog saja, tetapi jauh sebelumnya. Kenapa ?, karna selalu saja ada "ilmu" yang bisa saya curi sepulang blog walking dari rumah para blogger ini. Siapa saja 4 orang yang luar biasa ini ?

Silahkan disimak :)

Mbak Julia Rosmaya. Di negri perODOPan tulisan beliau tidak asing lagi. Renyah dan sarat ilmu. Bahkan nih teman-teman, saya baru paham sedikit tentang seluk beluk Badan Karantina Pertanian setelah "mengacak-acak" lapak tulisan mbak ini. Bener ! Coba saja baca tulisan yang berjudul Bu Animal, hehehe..disamping enak dibaca, juga ada nilai pengetahuannya. Pantaslah ketika saya berada di bandara Soekarno-Hatta, saat melihat tulisan Animal Quarantine, jadi ingat mbak Maya. Sukses ya, mbak, saya tunggu kelanjutan part novelnya yang lagi on progress.

Nah, sekarang tentang  Kang Sae. Pria dengan nama lengkap Muhammad Saepudin ini sabar sekali. Berkali-kali jadi trending topic grup, tapi tetep asik-asik saja. Sepertinya lajang kelahiran Serang, 18 Mei 1992 ini sangat menikmati.  Tentang tulisannya, juga asik dibaca. Mengalir dan ga ribet. (memang ada ya jenis tulisan yang ribet ?..hehe. Ada, itu menurut saya sebagai pembaca ). Penasaran dengan tulisan-tulisannya ?..klik aja link diatas, ya. 

Beda dengan Kang Sae, Mas Ahmad Farid lain lagi. Mahasiswa ini sepertinya lebih suka menulis tulisan hikmah. Saya suka membacanya. Tulisan-tulisan singkat yang ending nya bisa bikin kita menarik nafas dalam sambil berfikir "bener, ya". Lanjutkan Mas Ahmad. Setiap penulis punya ciri khas sendiri,. 

Di hari yang ke enam puluh ini, saya sudah bisa membedakan, mana tulisannya Mas Ahmad dan mana tulisannya Mas Ken Patih. Bagi saya Mas Ken itu adalah seorang penulis yang pintar. Lihat saja tulisannya berjudul Nama Pena vs Nama Alay. Ga terlihat sedikitpun klo yang ditulis itu sebetulnya tentang tugas arisan blog. Idenya dikemas sedemikian rupa sehingga terbentuklah sebuah tulisan bagus. Itu cuman satu dari sekian banyak tulisan mas Ken Patih, jika kamu pengen rileks disaat suntuk sedang melanda, bisa juga nih jalan-jalan ke http://gokilspirasi.blogspot.co.id/http://mumetnesia.blogspot.co.id/ dan beberapa blog lain yang berisi tulisan  Mas Ken yang mak nyuss..krenyes-krenyes..
Mereka luarbiasa !

Apapun adanya, menjadi bagian dari komunitas ODOP adalah sebentuk nikmat Allah untuk saya. Trimakasih Bang Syaiha. Setidaknya untuk 60 hari yang sangat berarti. Tetaplah bimbing kami dengan sabar tanpa bosan..

Alhamdulillah..


Catatan : Tulisan ini untuk memenuhi tantangan arisan blog dunia ODOP



Rabu, 09 Maret 2016

Pagi Langka yang Berbeda


Pagi langka yang berbeda..
Terang, meredup, kelam dan kembali
Siapakah yang menggerakkannya ?

Pagi langka yang berbeda..
Jarang ditemui..
Matahari, bulan, bumi..lurus
Siapa yang mengurus ?

Pagi langka yang berbeda
Sujud, zikir, penuh takut dan kagum..
Tafakur..

Di pagi langka yang berbeda..

Allah..
Bagaimana jika Engkau membuat perjalanannya tak lagi teratur?
Bertabrakan, berbentur ?
Mau apa manusia ?
Kelam dan tetap kelam..
Bisakah teknologi menjadikannya terang ?
Tidak, tidak akan !

Kuasa-MU, ya Robb..

Ba’da kelam sesaat dan kembali terang..
Adakah ruhiyah kembali benderang ?


Rabu, 090316


Senin, 07 Maret 2016

Mencumbui Penantian

Penantian, adakah yang menyukainya ? Saya rasa tidak ada. Jika sekiranya bisa, pasti semuanya menginginkan apa yang menjadi harapan segera menjadi nyata. Seperti Nobita yang tiba-tiba pengen ke rumah Shizuka tinggal minta bantuan pada Dora Emon. Dari Kantong ajaib keluarlah baling-baling bambu, dan merekapun bisa terbang bebas kemana saja. Jangan mimpi, itu cuma film animasi dan cuma ada di dunia hayal. Sedangkan kita hidup di alam nyata yang mutlak ada dalam genggaman-NYA.




Berbagai macam polah manusia dalam menyikapi penantian. Ada yang berkeluh kesah sepanjang waktu, mencerca setiap detik yang dilalui dengan berbagai umpatan dan pertanyaan tidak penting. 

"Apa salah dan dosaku, Tuhan ?, sampai kapan ku harus menderita dalam penantian ini ?"

Menanyakan dosa?, fikir aja sendiri. Malaikat mencatatnya dengan rapi. tak mungkin salah catet hingga nasib jadi tertukar. 

Atau ada lagi yang setiap saat mengumbar rasa pada semua orang " Kamu mah enak, Cakep. Cowok Pasti ngantri buat nglamar kamu. sedangkan aku?, sudah jelek, ga da prestasi lagi. Apa yang bisa kubanggakan?"

Ampun, Mak..ngapain juga sampai segitunya menghina diri?, toh kendatipun memang kenyataannya begitu, ga perlu deh diumbar sedemikian rupa. Kan bisa dibikin aja list pada selembar kertas. Catet segala kekurangan diri yang kita temui. Terus perlahan dikelola satu-satu. Belajar memantaskan dan membenahi diri. 

Berada dalam penantian bukan berarti kita digiring menjadi manusia yang hidup tapi mati. Sembari memaksimalkan ikhtiar agar asa menjelma nyata, kita bisa melakukan hal-hal bermanfaat yang mungkin saja ketika yang  diharap-harapkan tercapai belum tentu kita bisa leluasa melakukannya. Misalnya dengan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, menghadiri majelis ilmu, mengikuti seminar atau bisa juga mengikuti pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan minat dan hobby. Pasti hidup tak kan menjemukan, setidaknya kita tidak melulu memikirkan tentang penantian. Menarik bukan ?.

Sebetulnya harus kita akui bahwa skenario Allah selalu cantik. Hanya saja kita yang tak sabar menanti endingnya.

Sekarang pilihannya adalah : Apakah Kita ingin mengutuki atau mencumbui penantian ?
Silahkan tentukan sendiri..



Jangan sakiti Istri ! Karna bukan Anda yang membesarkannya.

Setiap kali seorang istri curhat tentang rumah tangganya, akan kuusahakan untuk bersikap netral. Lebih memposisikan diri menjadi pendengar setia dan tidak ikut terbawa perasaan ketika memberikan masukan. Tapi akan sangat sulit bagiku untuk bisa memahami jika yang dikeluhkan tentang suami yang ringan tangan, atas alasan apapun !. Apalagi jika kekerasan itu diulang lagi, diulang lagi, di ulang lagi. 

Akhirnya airmata yang sedari tadi dia tahan menetes juga. Suaranya bergetar menceritakan semua derita yang dialami. Tadinya ku tak begitu saja percaya. Karna menurutku, harusnya saat ini mereka hidup berbahagia atas segala rahmat yang Allah berikan pada keluarga kecil itu. Tapi kenyataan sebaliknya.

Bukan kali pertamanya ku mendengar keluhan istri tentang KDRT. Setidaknya ini sudah cerita kelima dari orang berbeda yang entah mengapa memilihku untuk berbagi cerita. Tentang kenapa cerita "sensitif" ini diungkapkannya, akupun tak tau. Yang pasti, selama itu bisa membuat orang lain merasa lega..aku siap mendengarnya.






Wanita itu lembut, perasa, lemah, butuh kasih sayang dan kenyamanan. Mungkin jika saat ini disebarkan angket tentang 10 hal yang diinginkan  seorang istri dari suaminya, saya yakin..diposisi pertama akan tertulis kasih sayang atau yang terkait dengan itu. Apakah Cinta, pengertian atau yang lainnya. Itulah mengapa ketika anda menikah, banyak yang mendoakan ; semoga berkah, semoga sakinah, mawaddah wa rahmah. Tenang, Cinta dan Kasih sayang. Dari Cinta dan Kasih sayanglah hadir ketenangan.

Memang, ketiga komponen itu harus diciptakan bersama, kedua pihak harus memiliki komitmen untuk menghadirkannya. Hanya saja, kenapa jika pinta tak sesuai harap tangan bergerak ?, meninggalkan bekas bilur-bilur biru ditubuh wanita yang dulu Anda minta pada orang tuanya. Ingat, bukan anda yang membesarkannya !, bukan Anda yang mengganti popoknya ketika dia masih bayi dan akhirnya tumbuh menjadi wanita dewasa dan anda nikahi.

Islam telah menuntun bagaimana cara membimbing istri jika bersalah, juga tentang apa yang dilakukan jika Anda tak lagi "ingin" padanya.

Membenturkan kepalanya kedinding dan membiarkan darah mengalir dari hidungnya itu kezholiman. Apalagi mencekik hingga wanitamu nyaris kehilangan nafasnya.

Bukan adegan sinetron saja rupanya. Dikehidupan nyatapun kisah kejam ini sering terjadi. Mari kita bersabar menghadapi godaan dunia, disaat syaithan semakin kreatif menjalankan misinya. Senantiasa dekatilah DIA, agar hadir rahmah (kasih sayang) dihati kita.

Jika memukul kucing dengan lidi saja rasanya tak tega, lalu kenapa kita harus menyakiti jiwa dan raga orang yang (pernah) kita cinta. Jika hatimu telah ditutupi benci, cobalah ingat kenangan indah ketika bahagia bersamanya. 

Sabar dan Syukur. Itu saja kuncinya..
Tentang masalah..semua punya..

Sekian


Jumat, 04 Maret 2016

"Julo-Julo" Blog

Sebelum mulai bayar arisan ODOP yang ajaib tapi bermanfaat ini, saya mau cerita sedikit nih. Dalam istilah minang, arisan itu disebut " julo-julo" dan sudah lama menjadi tradisi disini. Berikut akan saya uraikan tentang macam-macam julo-julo yang dilaksanakan oleh orang Padang. Diantaranya :

1. Julo-julo batanam (menanam) padi, manyabik (menyabit) padi, mamangkua (memangkul) sawah.
Julo-julo atau arisan ini biasanya dilakukan oleh para petani disebuah kampung yang sama-sama punya sawah. Sistimnya sama dengan arisan yang diadakan pada umumnya. Jadi siapa yang ikut, jika sawahnya lagi musim menanam, yang ikut membantu menanam padi itu adalah anggota arisan lainnya. Jadi pada saat itu, yang lagi menerima arisan tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk upah. Demikian juga jika lagi panen atau memangkul sawah.

2. Julo-julo Semen
Sama dengan arisan uang juga, yang diterima peserta adalah dalam bentuk semen. Tentu ini akan bermanfaat sekali. Biasanya pesertanya adalah orang-orang yang berniat membangun rumah dan sebagainya.

3. Julo-julo piring
4. Julo-julo barang elektronik.
5. Julo-julo emas
6.  Julo-julo uang dengan berbagai variasi. Ada yang dipungut harian, ada juga perminggu dan perbulan. Nominalnya juga bertingkat-tingkat. Ada 100ribu perbulan, 500ribu/bulan bahkan lebih.

Nah, diantara semua julo-julo atau arisan yang saya ikuti saat ini adalah : Arisan 100ribu/bulan 2 nomer, Arisan 500ribu/bulan 1 nomer dan baru tadi pagi saya juga daftar ikut arisan piring. 30ribu/bulan dapat piring cantik 1 lusin..eh 2 lusin nantinya..hahha. Dulu juga pernah ada arisan karpet, tapi saya ga ikut, karna karpet saya sudah banyak.

Semua arisan sudah saya tunaikan awal bulan ini, sudah dibayar maksudnya. Tetapi, Arisan Blog baru bisa saya penuhi malam ini. Kenapa?, ya seperti yang saya bilang tadi, Arisan Blog ini sedikit ajaib. Yang namanya keluar, harus kita bikin tulisan dan di link ke blognya.



Baiklah..

Ada 4 orang ODOPers yang beruntung minggu ini.

1. Mbak Desi
    Saat ini beliau tinggal di Malaysia. Beliau smangat sekali menulis. Jika tidak lagi bekerja, biasanya mbak Desi membaca buku atau jalan-jalan. Tentu saja dua kebiasaan ini akan bermanfaat sekali bagi seorang penulis. Karna kalau tidak salah, minggu lalu saat bedah buku bang Tere Liye pernah bilang : ada 2 hal yang bisa dilakukan penulis selain membaca untuk mendapatkan inspirasi ; Dengan jalan-jalan( traveling) atau berteman dengan orang bijak. Anda tertarik membaca tulisan-tulisannya mbak Desi ?, buka saja link blognya diatas.

2. Mbak Hidayati Nur
Bicara tentang si Ummud (Ummi Imut) dengan 2 orang anak ini, rasanya agak-agak sungkan saya. Karna kemampuan menulisnya sangat menonjol sekali. Saya jadi malu jika beliau membaca tulisan ini nanti. Acak-acakan ya, Mbak ?..hehe. Prestasinya segudang, sering juga diundang untuk ngasih materi tentang kepenulisan. Buku, antologi sudah punya. Artikel, puisi sudah dimuat dimana-mana. Kadang saya jadi berfikir, mungkin mbak Hidayati Nur ini ikut ODOP cuman untuk seru-seruan saja. Buat menuntun kami yang betul-betul pure pemula...hehehe. Aku hampir tiap hari Blog Walking ke “rumah” mu, Mbak..asik baca tulisan-tulisannya. Penasaran?...buka aja tulisan biru diatas yaaa...

3. Mbak Nindyah
Masyaallah, Odopers yang satu ini betul-betul menginspirasi. Selain tulisannya yang renyah dan krenyes-krenyes seperti  KFC kesukaan anak saya Fatih, beliau juga seorang pribadi yang tegar dan penuh semangat. Kalau tidak percaya, bisa ketemuan langsung aja nanti di Cikarang, Bekasi. Beliau mengajar di SDIT Lippo. Beberapa tulisan beliau juga telah dipublikasikan pada majalah Mop dan Majalah Sierad Klaten. Penasaran?...yuk, kita bertandang ke Blog nya..

4. Mas Septian
Nama lengkapnya Muhamad Septian Wijaya. Beliau berdomisili di Ciledug Tangerang. Menulis telah menjadi bagian hidup bagi pria lajang yang beberapa waktu lalu dilantik sebagai ketua umum jomblo syar’i. Meskipun sampai sekarang saya belum tahu visi misi organisasi tidak resmi ini, tapi keberadaan beliau cukup memberi warna di dunia per-ODOP-an. Saya liat tadi, beliau sudah menulis sejak tahun 2003. Tulisannya diblog sudah banyak. Mau liat-liat ?, silahkan mampir ya ke blog nya..

Alhamdulillah, tertunaikanlah sudah Arisan Blog yang saya ikuti. Legaaaa...
Sesudah Anda membaca tulisan saya ini, jangan lupa ya..intip-intip link blog diatas. Kali aja ada yang “nyangkut” hatinya pada mereka. Eh, pada tulisannya...hehhe

Semoga Bermanfaat..


Kamis, 03 Maret 2016

Mau Presentasi Anda sukses?, Ini Tipsnya !

Pernahkah anda merasa gugup yang teramat sangat ketika akan tampil untuk presentasi ?.Keringat dingin didahi, jantung berdegup kencang dan tangan tiba-tiba menjadi dingin ?.  Saya pernah. Tapi itu dulu. Ketika saya masih kuliah. Tapi cukup sampai semester 4 saja. Setelah itu ?, Tidak lagi. Saya seorang pembelajar. Perlahan rasa itu saya takhlukkan. 

Tampil didepan umum, apakah menjadi seorang presenter, narasumber ataupun moderator memang  tidak semua orang bisa. Tapi menurut saya, ini adalah tentang kebiasaan saja. Dengan latihan terus menerus, belajar dan cerdas  memanfaatkan momentum adalah modal bagi " si pemalu" bermetamorfosa menjadi berani. Kapan dan dimana saja kita dimintai untuk "berbicara" di depan publik, kita akan siap. 

Sebetulnya, tips ini berangkat dari pengalaman pribadi saya,  yang dulu adalah seorang mahasiswa pemalu, selalu berkeringat dingin setiap tampil, sekarang berubah menjadi  bersemangat melenggang tanpa beban. Setidaknya ketika turun dari podium, selesai mengisi acara ada yang berbisik kepada saya :

" Saya merinding mendengar materi yang Ibu sampaikan tadi, semangat ibu begitu terasa..insyaallah saya akan melaksanakannya"

" Saya selalu suka dengan kalimat-kalimat pembuka yang Uni sampaikan, saya bahkan mencatatnya"

"Ibu, boleh minta nomer telfonnya?, nanti kalau ada acara didaerah kami, saya harap ibu mau meluangkan waktu untuk mengisi materi"

Sungguh, apresiasi-apresiasi tersebut tidak akan membuat saya puas apalagi jumawa. Saya harus tetap belajar agar bisa lebih baik lagi. Dan seperti yang saya bilang sebelumnya, tampil memukau saat presentasi bukanlah hal yang sulit, Anda pasti juga bisa melakukannya. Believe it !




Nah, ini sedikit tips ala Saya :

1. Pasang Niat Baik

Lucu ya, kok pembahasannya jadi niat. Memangnya ini Sholat atau Puasa?. Hehehe. Tenang gayes..ini kan tips ala Saya, jadi jangan protes dunk. Kenapa Niat ?, bagi saya ini adalah hal yang paling penting. Perbuatan itu tergantung niatnya. Dan, presentasi juga perbuatan. Niat yang baik akan mengisi ruang lain didalam jiwa. Ruh akan ikut serta bersama raga yang sedang berbahasa, Maksudnya apa ya?. Begini, jika yang kita niatkan ketika akan tampil itu katakanlah demi honor, hadiah, bangga-banggaan, menjatuhkan orang dan lain sebagainya. Tentu yang akan kita dapatkan setelah acara selesai hanya sekedar itu saja. Acara usai, puasnya terbatas. Blassss...habis. Tetapi niatkanlah semua yang kita lakukan itu karna Allah semata. Kita motivasi orang-orang untuk berkreatifitas karna Allah. Kita ikut lomba karna Allah. Kita kemukakan ide-ide karna Allah semata. Biarkanlah Allah yang menggiring kemana muaranya. Jadi jika selesai acara kita dapat honor besar, itu bonus dari Allah. Orang bertepuk tangan puas mendengar keterangan kita itu Allah yang menyambungkannya ke hati-para audiens. dan jika sama sekali kita tidak gugup ketika tampil dan lisan kita di lancarkan, itu juga Allah yang memudahkan. Tidak percaya ? Coba saja. Luruskan niat Anda.

2. Maksimalkan persiapan

Saya pernah membaca, tapi lupa dimana. Kalo tidak salah kalimatnya begini " maju ke podium tanpa persiapan, bersiaplah untuk malu ketika turun dari panggung" (kira-kira begitu yang saya tangkap). Itu artinya, kita mesti betul-betul mempersiapkan diri semaksimal mungkin ketika akan tampil. Kuasai materi yang akan disampaikan.Seberapapun mendadaknya. Jangan apa adanya, karna hasilnya juga akan seadanya. Persiapkan senjata berlapis-lapis. Misalnya jangan simpan bahan presentasi disatu tempat. Nanti ketika tampil slide nya ga bisa dibuka kan tidak lucu juga. Tapi sekarang teknologi sudah bisa mengatasi hal ini. Meskipun begitu, sebagai presenter tentu kita tidak mau "kecelakaan-kecelakaan" kecil seperti ini terjadi bukan?

3. Jaga Semangat
Jangan pernah meremehkan diri anda sendiri. Ketika anda diminta untuk presentasi, berarti anda bisa melaksanakannya. Tidak perlu jadi keder ketika mengetahui bahwa audiensnya mantan dosen-dosen kita barangkali?, profesor atau orang-orang hebat lainnya. Yang penting itu tawadhu', jangan pongah, jangan pula rendah diri. Pun ketika presentasi itu untuk sebuah lomba, jangan buru-buru pesimis mengetahui siapa kompetitornya. Semangat saja, toh persiapan kita sudah matang bukan?..soal hasil serahkan saja pada-NYA.

Gampang dan lapang bukan ?

Jadi mulai sekarang, hapus keringat anda. Majulah ke podium dengan senyum. Dan dunia akan mengenal Anda. 

Slamat Berkarya !


Rabu, 02 Maret 2016

Pria Tak Sholat, BlackList Saja !

Sampai saat ini saya tidak bisa mengerti, kenapa ada orang katanya Islam, sudah akil baligh tapi tidak sholat. Sebetulnya apa sih beratnya sholat ?. Apakah ribet ? atau bikin manusia lelah.?. Justru di waktu sholatlah istirahat yang sesungguhnya. Coba tanyakan pada wanita yang biasa sholat. Enakan mana saat lagi haid dibanding tidak ? Jika sholat itu memberatkan, pasti akan ada yang menjawab "enak saat lagi haid dunk, kan terbebas dari sholat". Ternyata tidak begitu adanya. Rasanya lebih nyaman jika sholat. Seger banget ketika selesai menunaikannya.

Melalui tulisan ini saya ingin meyampaikan pada muslimah yang saat ini masih dalam penantian, Jadikanlah sholat sebagai kriteria utama dalam memilih suami. Jika tidak sholat,  blacklist  saja. Meskipun kriteria kedua, ketiga dan seterusnya dipenuhi. Kenapa ? Karna sholat adalah bukti cinta manusia pada penciptanya. Jadi mana mungkin dia mencintaimu, jika pada sang penciptanya saja tak berterimakasih. Mustahil ..

Padang Gempa.
8,3 SR
Berpotensi Tsunami
Rumah rame..
Banyak yang mengungsi ke rumah kami..
Karna perumahan kami ada di ketinggian..

Sekian saja..

Mohon doanya..